
Pernahkah kamu membayangkan serunya bertukar kehidupan selama beberapa hari? Meninggalkan hiruk-pikuk kota dan kenyamanan gadget, lalu melebur menjadi bagian dari warga desa yang hangat?
Itulah pengalaman tak terlupakan yang baru saja diukir oleh para siswa SMA Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi dalam program tahunan Live In! Tahun ini, perjalanan merajut empati dan kemandirian ini membawa kita ke pelukan alam Desa Wisata Sarongge yang sejuk dan asri. Yuk, intip keseruan perjalanan kami!
Menyapa Sejarah di Istana Presiden Cipanas
Sebelum melangkah ke alam, perjalanan dimulai dengan wisata sejarah ke Istana Presiden Cipanas. Udara sejuk dan arsitektur bersejarah menjadi pembuka yang sempurna untuk menyiapkan mental dan memperluas wawasan kebangsaan para siswa sebelum benar-benar terjun ke masyarakat.
Escape to Nature
Selamat datang di Sarongge! Di sini, tidak ada lagi sekat. Setiap siswa disambut hangat oleh Ibu Asuh masing-masing. Tugas mereka? Menjadi “anak desa” seutuhnya! Para siswa tak canggung turun langsung ke tanah yang gembur untuk bertani, memetik sayuran di kebun dan merasakan langsung kerasnya perjuangan petani kita.
Momen paling dirindukan? Tentu saja saat duduk bersama Ibu Asuh di dapur, bahu-membahu memarut singkong dan membungkus Ketimus hangat yang manisnya tiada tara!
Bertahan Hidup Ala ‘Pawon Exhibition’
Keseruan berlanjut di ajang Pawon Exhibition! Di sini kreativitas siswa benar-benar diuji. Tanpa kompor gas listrik atau alat modern, para siswa ditantang untuk memasak menggunakan tungku kayu bakar, alat-alat tradisional, dan bahan-bahan segar langsung dari alam. Wangi asap kayu bakar dan gelak tawa menjadikan masakan hari itu terasa seratus kali lebih nikmat.
Tadabur Alam ke Curug Cibodas
Menyeimbangkan raga dan jiwa, perjalanan dilanjutkan dengan trekking seru membelah hutan menuju Curug Cibodas. Rute yang menantang terbayar lunas dengan segarnya percikan air terjun. Ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan momen Tadabur Alam—merenungi kebesaran ciptaan Allah SWT dan belajar melestarikan lingkungan.
Malam Persembahan untuk Desa
Sebagai kado perpisahan yang manis, para siswa menyulap malam di Sarongge menjadi panggung seni yang spektakuler. Warga desa disuguhi penampilan luar biasa: mulai dari atraksi Pencak Silat yang memukau, Tari Tradisional yang memesona, hingga pertunjukan Drama yang mengundang tawa dan haru.
Program Live In mengajarkan kita satu hal penting:
“Kecerdasan bukan hanya tentang nilai di atas kertas, tapi tentang seberapa besar kita bisa menghargai alam, mencintai budaya, dan bermanfaat bagi sesama manusia.”
Sampai jumpa di petualangan Live In berikutnya! 🌟